Selamat Kepada SD Negeri 01 Baruga yang mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat nasional tahun 2013

Senin, 18 Maret 2013

ADIWIYATA

SD NEGERI 01 BARUGA

MENUJU SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN

(ADIWIYATA)




PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Upaya perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup diselenggarakan berdasarkan manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan dan keterpaduan dengan tujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Untuk mendukung azas dan tujuan penyelenggaran pembangunan Lingkungan Hidup tersebut, diperlukan arah dan kebijakan pembangunan yang tertuang dalam perencanaan utuh, terpadu dan menyeluruh baik dalam bentuk rencana jangka panjang yang bersifat makro maupun rencana jangka menengah dan tahunan yang lebih mikro, bersifat teknis dan operasional.

Pembangunan Lingkungan Hidup di daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, sehingga dalam proses perencanaannya tidak terlepas atau merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana-rencana pembangunan nasional. Salah satu dari perwujudan Pembangunan Lingkungan Hidup melalui Sekolah Berbudaya Lingkungan,

Adiwiyata merupakan program terhadap sekolah untuk mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan (Sekolah Berbudaya Lingkunngan). Adiwiyata mempunyai makna “Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.




B.     Tujuan Program Adiwiyata

    Program Adiwiyata bertujuan menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

    Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif.



C.    Indikator Program Adiwiyata di SD Negeri 01 Baruga

1.      Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan.

Pengembangan kebijakan sekolah di SD Negeri 01 Baruga antara lain:

a.       Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

b.      Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.

c.       Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.

d.      Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.

e.       Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

f.       Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.



2.      Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan

Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dilakukan melalui kurikulum mata pelajarean Muatan Lokal KPDL (Kepedulian Pada Diri dan Lingkungan) dan pembelajaran integral dengan mata pelajaran-mata pelajaran lain seperti IPA, IPS, SBK, Penjasorkes, dll. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu lokal).

Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:

a.       Pembelajaran Muatan Lokal Mapel KPDL(Kepedulian Pada Diri dan Lingkungan)

b.      Pengembangan model pembelajaran Tematik bagi kelas I, II dan III

c.       Pembelajaran lingkungan secara integral dalam setiap mata pelajaran bagi kelas IV, V dan VI

d.      Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.

e.       Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.



3.      Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif

Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.

     Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:

a.       Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.

b.      Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.

c.       Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.



4.      Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah

    Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi:

a.       Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.

b.      Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.

c.       Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).

d.      Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.

e.       Pengembangan sistem pengelolaan sampah.



D.    Pelaksanaan Program Adiwiyata di SD Negeri 01 Baruga

Lingkungan Sekolah yang kondusif sangat diperlukan agar tercipta proses pembelajaran yang bermutu. Pemberian pengetahuan dan pembentukan kesadaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat dirasa sangat efektif ketika dilakukan pada siswa  sejak di bangku sekolah dasar. Diharapkan ketika berada di luar lingkungan sekolah, mampu menerapkan hidup bersih dan sehat seperti saat di sekolahnya.

Sekolah yang berbudaya lingkungan sebagai salah satu wadah peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa memiliki peran penting dalam menyumbang perubahan yang terjadi dalam keluarga. Bagaimana menghargai air bersih, memahami pentingnya penghijauan, memanfaatkan fasilitas sanitasi secara tepat serta mengelola sampah menjadi pupuk tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. Sebagai komponen terkecil dalam masyarakat perubahan yang terjadi dalam keluarga akan memberi pengaruh pada masyarakatnya.

Pengolahan lingkungan sekolah dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam pengelolaan air, sampah, energi dan halaman yang ada disekitar sekolah.

a.       Pengelolaan Air di Sekolah

b.      Perawatan Sanitasi

c.       Pengelolaan Sampah di Sekolah

d.      Penghematan Energi di Sekolah

e.       Pengelolaan Halaman Sekolah

f.       Pengelolaan Lahan Kosong

g.      Pengelolaan UKS

h.      Pemberdayaan Kantin Sekolah



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar